Judul posting ini bukanlah tentang sebuah produk yang terpinggirkan dari industrinya. Ini lebih kepada caranya masuk dan diterima pasar seperti banyak produk buatan Indonesia lainnya.
Saat pertama kali iklannya muncul di layar kaca, saya pikir sepatu ini terlalu blak-blakan dalam memanfaatkan ketenaran bintang sepakbola Italia yang nama belakangnya dijadikan nama sepatu ini, Alessandro Del Piero. Dan saya perkirakan sepatu Piero ini hanya akan menjadi satu dari sekian penggembira di dunia persepatuan Indonesia. Tampaknya dua tebakan saya cukup salah.
Pertama, ternyata nama Piero bukan berasal dari nama belakang sang bintang sepakbola. Justru nama sepatu berasal dari kelokalan yang sama dengan pabrikannya. Menurut sumber yang sangat bisa dipercaya karena terlibat dalam peluncuran perdana sepatu ini, nama Piero tercipta saat para punggawa perusahaan berpikir keras demi mendapatkan nama sepatu yang bisa diterima pasar. Sepatu lokal tapi terdengar seperti buatan luar negeri. Tak ada hubungannya dengan sepakbola ataupun Italia jika akhirnya nama Piero muncul.
Berikut ini cerita berdasar catatan dari sumber yang saya sebutkan di atas.
Suatu ketika, tersebutlah seorang Office Boy teladan yang disukai semua orang di sebuah kantor. Saat matahari semakin memenuhi ruangan rapat, pendiri perusahaan, investor, manajer, dan orang-orang marketing plus advertising itu memutuskan untuk memesan minuman agar pikiran kembali segar. Dipanggillah sang Office Boy.
“Rip, bikinin minum ya?” perintah salah seorang (manajer?) untuk Urip si OB.
“Siap, Pak.” jawab si OB. Bagi sebagian orang, Jawa Timur (khususnya Malang) dikenal dengan pembolak-balikan kata yang memerlukan keahlian otak cukup tinggi. “Ayas aro itreng” artinya “saya ora ngerti” (saya tidak mengerti). Demikian juga nama si OB dibolak-balik karena pikiran sedang mumet.
“Urip. Piru. Ejaan lamanya Oerip. Pireo. Dikit lagi…”
“Pireo. Piero.” celetuk seseorang lain.
“Itu dia! Ya, Piero! Piero!”
Demikianlah tercipta merk sepatu baru Piero. Bukan dari seorang bintang sepakbola. Dari seorang OB, Mas Urip. Produk lokal, nama lokal, kesan internasional.
Kedua, tentang dugaan saya atas nasib Piero sebagai produk sepatu lokal. Ternyata Piero membuktikan bahwa performanya layak diperhitungkan di pasar sepatu nasional. Meski sangat sulit untuk mendapatkan data penjualan yang akurat dari sepatu Piero (dikarenakan tidak adanya website resmi Piero) , saya pikir Piero cukup mempunyai market share yang signifikan dibanding merk-merk lokal lain.
Gencarnya iklan Piero di media cetak maupun televisi membuat saya yakin bahwa sepatu ini mempunyai masa depan di Indonesia. Apakah itu karena inovasi dan varian produk yang bersaing, marketing yang agresif, ataupun imej luar negeri yang dipancarkan dari namanya, sudah saatnya Indonesia mempunyai merk andalannya sendiri.
Piero, seperti beberapa produk lain, secara langsung atau tidak dan disadari atau tidak, mengalami pengasingan imej. Apakah ini merupakan kondisi pasar di mana produk-produk yang terdengar asing lebih mudah diterima, hanya pasar yang tahu. Kalau ternyata benar begitu, hal membuat kita merasa bahwa masyarakat kita masih cukup shallow dalam memilih produk. Produsen sampai harus membuat imej produknya seperti produk asing (luar negeri) agar dilirik calon pembeli. Mereka sampai-sampai tak berani untuk beradu kualitas dengan memajang nama lokal.
Tak ada yang salah dengan nama yang terkesan asing atau internasional. Pun belum tentu nama Piero diajukan sebagai usaha pengasingan produk lokal. Di lain pihak, masih banyak orang Indonesia yang, saya rasa, belum sadar bahwa banyak produk berkualitas yang mereka pikir barang impor ternyata buatan Indonesia.
Dalam waktu dekat semoga akan semakin banyak produk-produk berkualitas buatan Indonesia yang menguasai pasar dalam negeri. Dan konsumen kita akan semakin sadar akan keberadaan produk-produk lokal berkualitas internasional yang tidak perlu mengalami pengasingan nama. Sudah saatnya perindustrian Indonesia bangkit. Sudah saatnya Indonesia mempunyai produk nasional. Ini sudah dimulai dari yang paling bawah, sepatu.
Gambar diambil dari database IKLANINDONESIA.
Disclaimer: Mohon maaf bila ada kekurangtepatan cerita tentang awal terciptanya nama Piero. Sumber yang saya sebutkan di atas adalah bagian dari tim marketing perdana sepatu Piero. Bila ada pembaca yang mengetahui lebih, bisa dibagi ceritanya.


gila ian, loe update terus, haha, salut.
ancur bener cerita awalnya tuh merek nongol, gw sendiri gak pernah tertarik sih beli tuh merk, sumpah namanya bikin ilpil, haha. bener loh emang, nama brand (NB: bukan popularitas yang saya maksud di sini) bener2 ngaruh dah kayaknya ama tingkat pemasaran produknya ntar.
By: yuki tobing on March 21, 2008
at 11:40 am
Maklum ki, lagi spring break hehe…tar kalo udah mulai kuliah lagi bakal dihajar sama tugas-tugas n ujian.
By: ian on March 21, 2008
at 1:51 pm
nama gue pun -konon- merupakan pengasingan produk lokal. nama yonna biar modern dan western dikit, tapi wajah…..asing juga (bagi yang belum ketemu gue, masih asing ma wajah gue gituh). caaaape deh.
karena gak pede kali yah, pake nama asing biar kliatan impor, bermerk, bergengsi, hmm. yang penting kualitas bahan dan harganya aja lah, nama/merk nomer sekian
By: yonna on March 24, 2008
at 5:06 am
Oalah, aku pikir namanya keluar dari cerita berikut ini:
Nama pendirinya Rocky (investor) dan Parmin (tukang sol sepatu)….ketika sibuk nyari nama, Parmin bertanya pada Rocky dalam bahasa Jawa, “Piye Ro?” yang artinya “Gimana Ro?”
Tapi si Rocky yang bule nggak ngerti, mikir kalo itu usulan si Parmin…dia mikir tuh bagus juga. Karena bisa bahasa indonesia setengah-setengah akhirnya ditulis Piero. Parmin yang wong ndeso katro’ cuma manut aja sama si Rocky, akhirnya jadilah sepatu Piero.
Hahahahha…maksa banget critanya yach….just for funny…
)
By: Rystiono on March 25, 2008
at 7:59 pm
Hahaha…Wan, bisa juga tuh dijadiin ceritanya. Kalau memang bener begitu ternyata gmn ya haha…
By: ian on March 25, 2008
at 8:22 pm
Semoga perindustrian sepatu di Indonesia kedepan cukup maju, sehingga mampu mengurangi dominasi perusahaan asing di sektor ini, maju terus piero.
http://indramgl.wordpress.com
By: indramgl on March 31, 2008
at 12:46 pm
Piero…..pie-ro….piye-ro? bener juga nih, wah analisis anda cukup jeli dan tajam
antara bahasa Jawa ma bahasa inggris emang masih berhubungan hahaha
By: yonna on April 1, 2008
at 5:58 am
Membuat asing brand lokal kayaknya perlu diacungi jempol. Tapi seringkali justru menjauhkan dan membuat kita lupa bahwa yang membuatnya bangsa kita sendiri? Ketika mereka mencoba mencintai “ploduk-ploduk Indonesia”-kutipan dari Alim Markus pada reklame Maspion tempoe doeloe, maka tentunya harapan piero untuk dicintai bangsanya sendiri luput sudah. Trus Mana yang lebih bagus? Mengasingkan merek lokal atau Melokalkan merek yang memang lokal!
By: adityarosadi on April 2, 2008
at 12:49 pm
Kalo dari yang gue baca2, sebenernya nama PIERO itu diambil dari kata2 “oerip” yang artinya hidup, dan “piro” artinya berapa. Jadi kurang lebih artinya itu adalah nilai kehidupan.
Menurut gue piero sih bukan tujuan piero untuk jadi kaya merek luar negri, cuma pasar aja nangkepnya begitu. orang di tiap product nya ada tulisan “made in indonesia”.
Yang gua denger lagi nih, dari temen gue yg kerja disono, piero itu 100% indonesia bro. Mereka ngga mau import material dari negara lain kaya china. Soalnya mereka mau membantu industri indonesia utk maju.
Semua product lokal harusnya begini, supaya bisa bantu ekonomi negara!
By: frey on June 13, 2008
at 9:02 am
sepatu piero gak ada websitenya ya?
By: eddy on July 15, 2008
at 9:05 am
Iya tuh sayang banget gak ada websitenya. Apa karena buatan lokal untuk pasar lokal lantas tidak ounya website? Karena akses internet di Indonesia kan belum begitu bagus.
By: ian on September 7, 2008
at 7:32 pm
Hehehe… terus nulis ya. Bisa aja ceritanya… Kayaknya gw pernah denger deh ceritanya, hehehe…
By: Marhan Faishal on September 18, 2008
at 1:44 pm
hhe begitu ya. makasih atas tulisannya
By: Dalila Sadida on December 4, 2008
at 8:41 am
Piero memang merek lokal tapi… kualitasnya ok loch. Sayang sekarang cari sepatunya susah. Dulu waktu aku masih kul tahun 2001-2002 PIERO rajanya sepatu lokal n modelnya bener2 up to date…
Dimana yaa bisa cari sepatu Piero lagi…..
By: casper on December 26, 2008
at 1:54 am
wah baru nemu websitenya: http://www.pieroshoes.com ..asik juga.
By: frey on March 20, 2009
at 5:54 am
wa,keren pnya ni produk,tp blkgn ud lenyap n br2 bangkit lg dg ngluarin iklan n produk br x^^ keren keren..
By: yogi on June 19, 2009
at 4:17 pm
Siapa tahu aja dengan blog ini masayarakat kita akan lebih bisa mencintai dari produk lokal kita. salam
By: Kang Pri on August 17, 2009
at 5:19 am
piero memang sepatu bermutu, sudah setahun lebih saya pakai buat aerobik, masih awet aja tuh. nyaman, ringan, kuat, murah lagi cuma 150 ribu.
By: istanabusana on November 13, 2009
at 2:40 am