Posted by: ian | March 18, 2008

Apa Susahnya Sih Stapling?

stapling-buntut-kucing.jpgPernah stapling lembaran tugas-tugas kuliah? Atau dokumen-dokumen di kantor? Atau pernah sekedar melihat sebuah stapler?

Apa yang susah sih dari pekerjaan stapling? Apa susahnya stapling tumpukan dokumen di satu tempat secara konsisten, misalnya di ujung kiri atas? Apa susahnya menata lembaran-lembaran dokumen itu berdasar urutan yang sudah ada sebelum stapling?

Anak TK pun tak akan mengalami kesulitan berarti. Begitu juga nenek-nenek jompo. Ya, mungkin sudah tak cukup kuat lagi menekan stapler dengan tangannya. Tapi, masa’ seorang pekerja kantor yang masih berumur di bawah 30an hasil stapling-nya acak-acakan? Letak staple tidak konsisten. Urutan dokumen berantakan. Bahkan ada beberapa lembar dokumen yang tidak ter-staple. Dan satu lembar kartu nama harus dihajar dengan, saya hanya mendramatisir, 17 staple? Ini bukannya stapling buntut kucing dimana kita harus beradu cakar dengannya sehingga hasil stapling kita tidak selalu bagus. Yang di-staple ini kertas, tak beryawa, tidak berontak ketika di-staple.

Kata mereka di majalah-majalah metropolitan, cara kerja kita itu bisa menggambarkan kepribadian dan juga kehidupan kita. Bagaimana kita mengatur meja kerja bisa menjadi cerminan bagaimana kita mengatur hidup kita.

Bagaimana dengan stapling? Kalau pekerjaan sekecil ini saja dikerjakan dengan acak-acakan, bagaimana dengan pekerjaan yang lebih besar? Apa susahnya sih stapling?

By the way, kalau kesannya saya kesal dengan cara kerja orang lain, bukan maksud saya untuk rese’. Ini karena saya kebagian tanggung jawab mereview dokumen-dokumen itu. Mungkin sebelum mulai bekerja, setiap karyawan baru perlu mengikuti kelas Stapling 101?

Foto diambil dari sini.


Responses

  1. menarik banget, belum nemu ada artikel membahas ttg cara kerja di dunia blogging. thanks God Ian membahasnya :)

    stapling, filing document, simpen data, dll adalah hal yang pertama kali gue kerjakan waktu baru masuk dunia kerja. mentang2 anak hukum gak lantas lgsg terjun ke kerjaan lawyer, harus dari nol dulu. bener2 bermanfaat deh kalo inget2 jaman dulu.

    sebenernya budaya biasa kerja harus dipupuk dari rumah, kalo udah biasa bantuin nyokap, do the housechores pasti kerjaan di kantor juga bagus…karena udah biasa kerja, tau mana yang harus dikerjakan dulu dan gimana caranya. latihan dari rumah sendiri….pengalaman mengajariku segalanya (*halah kaya iklan tul jye aja :mrgreen: )

    nice, very nice article :)

  2. Hehe belum ada ya blog yg membahas cara kerja? Pantesan kmrn gak nemu referensinya waktu ngobok-ngobok internet hahaha :)

  3. artikel menarik ian, hehe. masalah sepele memang, cuma kalo gak bisa ya bikin repot orang. pernah juga nemuin yang distaple bagian kiri atas dan bawah, mau sok2 kayak buku gitu ceritanya, malah susah ngebalik halamannya.

    ian, gw udah ngelinkback ke sini looh, haha.

  4. Haha mau sok2 ky buku malah susah ngebalik halaman…
    Thanks linkback-nya ki!
    Loe lagi OL ya?

  5. iyak, hehe, baru komen lagi di artikel loe yang laen.. hidup gw brantakan skrg gara2 staple, di kampus entah kenapa rusak semua, sekarang potokopian gw yang berjumlah 200an halaman terpisah2 gitu, entah gimana belajarnya ntar

  6. @Ian n Sherwin

    link balik jugak dong, aku udah pindah blog ke wordpress neh :mrgreen:

    kok kayanya kita betiga sama2 sibuk promosi blog baru yak?! :lol:

  7. [...] yang berbeda, di kantor. Lagi-lagi hal konyol selain stapling terjadi di kantor. Menyaksikan seseorang melewatkan membaca hal-hal kecil selain bisa menjadi [...]


Leave a response

Your response:

Categories